Analisa Standard Biaya (ASB) – bag. 2

Penyusunan  Analisis  Standar  Belanja menggunakan  tiga  pendekatan utama, yaitu:  pendekatan Activity Based Costing (ABC), pendekatan Ordinary Least Square (regresi sederhana) dan pendekatan metode diskusi (focused group discussion).

 Pendekatan ABC

 Pendekatan ABC merupakan  suatu  teknik untuk mengukur secara kuantitatif biaya dan kinerja dari satu kegiatan (the cost and performance of activities) serta teknik mengalokasikan  penggunaan sumber daya dan biaya kepada masing-masing objek biaya (operasional maupun administrasi) dalam satu kegiatan.

Pendekatan  ABC  bertujuan  untuk  meningkatkan  akurasi  biaya  penyediaan barang dan jasa yang dihasilkan dengan menghitung biaya tetap (fixed cost) dan biaya variabel (variable cost), sehingga total biaya dengan pendekatan ABC adalah :

Total Biaya = Biaya Tetap + Biaya Variabel

Disamping   itu,    proses    evaluasi   dan   penilaian   kewajaran    biaya   dengan pendekatan ABC dilakukan atas dasar biaya-biaya per kegiatan dan bukan atas dasar alokasi bruto (gross allocations) pada suatu organisasi atau SKPD.

Adapun langkah-langkah yang ditempuh dalam menggunakan pendekatan ABC adalah :

  1. Mengelompokkan kegiatan-kegiatan yang menghasilkan output yang sama dalam satu kelompok.
  2. Menentukan aktivitas-aktivitas apa saja yang akan menyebabkan timbulnya biaya dalam satu kegiatan.
  3. Menentukan  cost  driver  .  yang  merupakan  faktor-faktor  yang  mempunyai  efek terhadap   perubahan  level biaya  total  dalam  satu  kegiatan,  atau  cost  driver merupakan  variabel-variabel yang menjadi penyebab munculnya perbedaan biaya dalam melaksanakan suatu kegiatan tertentu.

Pendekatan Regresi Sederhana

 Analisis   regresi sederhana   adalah   suatu    teknik   yang   digunakan   untuk membangun suatu persamaan yang menghubungkan antara variabel tidak bebas (Y) dengan variabel bebas (X) sekaligus untuk menentukan nilai ramalan atau dugaannya. Dalam regresi sederhana ini,  variabel tidak bebas merupakan total biaya dari suatu kegiatan, sedangkan variabel bebas merupakan cost driver dari kegiatan tersebut.

Penggunaan regresi sederhana dalam menyusun ASB berguna untuk membuat model  (persamaan) regresi untuk peramalan belanja dari suatu kegiatan. Peramalan belanja dengan model regresi  ini dengan cara  menghitung belanja  rata-rata, menghitung  batas minimum belanja, dan batas maksimum belanja, serta menghitung prosentase alokasi kepada masing-masing objek belanja.

Persamaan garis regresi sederhana adalah sebagai berikut :

Y  a  bX

DimanaXdanYadalahnilai-nilaiyangdiperolehdaripengamatan.Yangperluditaksir adalahkoefisien adan b.

Taksiranterbaikuntukkoefisienadanbadalahdenganmenggunakanmetodekuadrat terkecil ,yaitu:

 

 

 

 

 

 

 

Dimana koefisien  a merupakan biaya tetap, dan koefisien b    merupakan koefisien untuk belanja variabel. Untuk melihat reliabilitas dari persamaan garis yang ditaksir, maka dapat  digunakan apa yang disebut sebagai kekeliruan baku taksiran (standar deviasi). Rumus yang digunakan adalah :


Jika prediksi  terhadap  Yˆ   berdasarkan  sebuah  nilai  X  yang  ditetapkan  telah dibuat, maka kita dapat menentukan interval taksiran untuk Yˆ  ini dengan menggunakan kekeliruan baku taksiran yang dikemukakan di atas.

Dengan  demikian  batas  bawah  (minimum)  untuk  taksiran  Yˆ  dapat  dihitung dengan :

Pendekatan Metode Diskusi (focused group discussion)

Pendekatan metode diskusi dalam penyusunan ASB digunakan untuk memperoleh  masuk-masukan  dari SKPD tentang  aktivitas  dan  output  dari suatu kegiatan, dan  juga  masukan-masukan tentang cost driver dari suatu kegiatan. Hasil yang diharapkan dari  pendekatan  metode diskusi ini adalah  kesepahaman  tentang aktivitas, output dan cost driver  dari suatu kegiatan antara penyusun dan SKPD dalam penyusunan ASB.

Langkah-Langkah Penyusunan ASB

 Berikut ini adalah langkah-langkah sistematis yang digunakan untuk penyusunan  ASB dengan menggunakan ketiga pendekatan-pendekatan diatas :

  1. Mengumpulkan data sekunder berupa kegiatan eksisting pemerintah daerah pada tahun  berjalan  (dapat  berupa  RKA  atau  DPA)  dan  juga  data  sekunder  berupa standar harga satuan.
  2. Memeriksa  kesesuai  harga  satuan  yang  ada  pada  RKA/DPA dengan  peraturan gubernur/bupati/walikota tentang standar harga satuan.
  3. Mengidentifikasi setiap jenis kegiatan tentang output dan cost drivernya.
  4. Menentukan kegiatan-kegiatan apa saja yang perlu dan akan dibuatkan ASBnya.
  5. Melakukan   pengelompokan awal setiap kegiatan yang memiliki kesamaan output dan cost drivernya menjadi satu kelompok ASB, lalu memberi nama kelompok ASB tersebut.
  6. Melakukan diskusi atas pengelompokan awal yang telah dibuat tentang aktivitas, output dan cost driver dari suatu kegiatan. Lalu menyepakati penyempurnaan atas kelompok-kelompok ASB tersebut.
  7. Membuat  model  regresi  sederhana  masing-masing  kelompok  ASB  yang  telah disepakati.
  8. Menghitung nilai minimum dan maksimum belanja dari model regresi sederhana dari masing-masing kelompok ASB.
  9. Menghitung  prosentase  alokasi  belanja  kepada  masing-masing  objek  belanja (aktivitas) pada satu kelompok ASB, baik alokasi belanja rata-rata, alokasi belanja minimum, dan alokasi belanja maksimum.
  10. Menyusun buku panduan ASB secara keseluruhan.

selesai ……

Sumber : http://forumsimda.forums3.com/

About these ads

Satu komentar (+add yours?)

  1. Naning PU
    Nov 04, 2011 @ 07:33:40

    Klo utk RKA yg intensitas perubahan ny tinggi kira2 cocok ndak pake ABC?

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: